Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah)

Sabtu, 06 Februari 2016 10:40 WIB
Katupek gulai pakih Koto Baru Kiambang (foto humas)
Katupek gulai pakih Koto Baru Kiambang (foto humas)
Kinciakincia.com - Koto Baru, sebuah dusun yang masuk wilayah adat Nagari Kambang, Lengayang, Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Jaraknya lebih kurang 131 km dari Kota Padang. Jalan menuju dusun ini mulus.

Apa yang unik dari dusun kecil ini? Tak lain adalah makanan khasnya. Makanan yang terkait dengan tradisi masyarakat, cukup beragam keluar dari Koto Baru ini.

Pusat aktivitas perekonomian masyarakat berada di Koto Baru disebut Balai Kamih, sebuah pasar rakyat yang ramai saat hari Kamis (Kamih). Di Balai Kamih ini, di jantung Nagari Kambang, beragam makanan khas dijual masyarakat.

Koto Baru sentra makanan tradisi khas yang sangat kaya variasinya. Karena kayanya itu, pemberian nama sejumlah tempat di Koto Baru dikaitkan dengan makanan khas yang dihasilkan masyatakat.

Ada sebuah tempat dilabeli dengan Tanjuang Kue Talam (mengacu pada kue talam), Tanjuang Lopak (makanan khas lopak), Tanjuang Katupek (ketupat), putu kambang, dan seterusnya. Daerah-daerah itu hingga kini masih menghasilkan makanan sesuai dengan namanya. Semua makanan yang dihasilkan masyarakat itu jadi identitas kulturalnya.  

Dari sekian banyak makanan khas yang dihasilkan, ada satu makanan yang sudah melengenda di Balai Kamih ini, yakni katupek gulai pakih (ketupat gulai pakis). Ketupek gulai pakih ini sangat identik dengan Balai Kamih Kambang. Tak lengkap rasanya berkunjung ke Kambang Pessel jika tak mencoba katupek gulai pakih ini. Keenakan dan kelezatan gulai ini telah membahana ke pelosok-pelosok Sumbar.   

Wati (45), pedagang katupek gulai pakih di Koto Baru, menyebutkan, katupek gulai pakih di Koto Baru memiliki cita rasa yang sama. Ini dikarenakan, teknik pembuatan dan racikan bumbu diwarisi dari orang yang sama.

"Tidak akan dibeli orang, bila ciri khas dan cita rasa katupek gulai pakih diubah atau dimasukkan bumbu bumbu lain," katanya seperti dikutip dari pesisirselatankab.go.id.

Daun ketupat harus dari daun kelapa yang baik dan baru. Daun kelapa yang baik akan menghasilkan aroma dan warna yang khas pada katupek. Cita rasa katupek ini tidak bisa dipalsukan oleh bahan apapun, begitu pula teksturnya. Katupek yang baik adalah katupek yang padat dan tidak lembek.

“Biasanya bila dibuka daun kelapanya, warna katupek pada bagian luar akan menjadi sedikit kehijauan, warna inipun tidak bisa di jiplak dengan bahan lain,” kata Wati.

Selanjutnya terkait dengan gulai pakih. Menurutnya, tradisi pembuatan gulai pakih dimulai dengan memilih pakih (paku) yang baik.  Biasanya ia memesan dari petani yang sudah menjadi langganan. Mempercayakan pakih pada seseorang gunanya untuk menjaga kualitas pakih dan menghilangkan kekhawatiran akan adanya kecurangan pada penjual pakih.

"Selanjutnya, terkait dengan bumbu, biasanya saya sudah memiliki takaran tersendiri. Yang penting ada keseimbangan antara bumbu bumbu dengan paku dan kuah yag dihasilkan. Agar harum dan terasa mantap biasanya, gulai pakih ditambah dengan cabai rawit, ini sekaligus penggugah selera," katanya.

Gulai pakih tidak hanya sebatas pada perpaduan bumbu bumbu, namun tradisi yang bertahan hingga kini, gulai pakih harus ada udang air tawar yang hidup kawasan hulu Batang Lengayang. Udang juga merupakan salah satu bagian penting pada katupek gulai pakih Koto Baru.
“Udang Batang Lengayang inilah yang membedakan gulai katupek pakih ini dengan daerah lainnya.

“Makanya, rasanya berbeda dengan katupek pitalah,” katanya.

Dulu menurutnya, ketika Balai Kamih masih jaya, katupek gulai pakih menjadi rebutan pengunjung balai. Soalnya, banyak pedagang yang bermalam sebelum hari pasar.

“Sementara bagi warga yang datang dari hulu menggunakan sampan atau rakit dan jalan kaki saat tiba di Balai Kamih dalam keadaan lapar, dan katupek gulai pakih menjadi makanan utama mereka,” katanya bernostalgia. (kkc)




Kirim ke Teman jumlah akses: 1.251 kali Model Cetak  Jadikan PDF

Berita Terkait

Jumat, 05 Februari 2016

Makanan Unik Kombinasi Tradisional dan Modern

Cita rasa makanan modern memang selalu menggugah selera. Cita rasa makanan modern ditunjukkan melalui berbagai cara, mulai dari kecepatan penyajian, tampilan yang memikat serta bahan-bahan impor yang asing di telinga kita.  Padahal, faktor yang menjadi identitas dari makanan modern itu terkadang kurang bernutrisi. Terutama jika cara penyajian dan pengolahannya yang cepat atau biasa di.....
Selasa, 02 Februari 2016

Kota Payakumbuh Jadi Tuan Rumah Festival Kuliner Masakan Minang

Forum Minang Maimbau (FMM) meminta Kota Payakumbuh menjadi tuan rumah Festival Kuliner Masakan Minang (FKMM) tingkat nasional, akhir 2016 ini. Pengurus FMM  punya obsesi menjadikan masakan Minang sebagai daya tarik kunjungan wisata ke bumi Ranah Minang, Sumatera Barat ke depan. Kegiatan itu bagian dari keikutsertaan FMM dalam memajukan pengembangan kepariwisataan kampung halaman......
Jumat, 22 Januari 2016

"Datuk Siloengkang Coffee": Sajian Lokal, Rasa Global

Kopi memiliki sejarah panjang bagi rakyat di Nusantara ini. Kopi seperti menyandang beban sejarah dan kultural sebagai bangsa yang pernah berabad-abad dijajah Belanda. Untuk itu, mungkin kopi punya makna yang kental. Nyaris semua penjuru Tanah Air punya kenangan kolektif tentang kopi. Kini, modernisasi menuntut kopi jadi salah satu minuman yang melekat pada gaya hidup warga urban perkotaan.....
Rabu, 26 Agustus 2015

Ikan Bilih Singkarak Redam Bilih Medan

Sudah lama danau singkarak terkenal dengan ikan bilihnya. Ikan bilih menjadi kuliner wajib jika mengunjungi Singkarak apalagi pada 3 - 11 Oktober 2015 akan diadakan Tour De Singkarak rasanya Danau Singkarak akan ramai kembali di kunjungi oleh Wisatawan local dan Mancanegara. kan bilih merupakan ikan endemik di kebanggaan warga Sumbar. Ikan dengan nama latin Mystacoleuseus padangensis diolah menjad.....
Rabu, 26 Agustus 2015

Bedakan Bilih Singkarak Dengan Bilih Medan

Ikan Bilih merupakan ikan endemic yang diidentik dengan ikan air tawar Sumatera terkhusus Danau Singkarak. Walaupun demikian ikan bilih setiap danau yang ada di Sumatera ini memiliki ciri khas masing-masing. Saat ini ikan bilih danau singkarak lebih terkenal dari pada danau Maninjau dan Toba. Pembeli maupun penikmat ikan bilih jangan sampai ragu untuk membedakan ikan bili asli dari Singkarak. Beri.....

Kirim Informasi Untuk Teman



 


Pasang Iklan Anda
  Jual Beli
1 gr 660.000 545.000
2 gr 1.220.000 1.090.000
2,5 gr 1.500.000 1.362.500
3 gr 1.780.000 1.635.000
4 gr 2.340.00 2.180.000
5 gr 2.935.000 2.725.000
Update Tgl: 00-00-0000 pukul 00:00
Mata Uang Beli Jual
USD 13.325,00 13.350,00
EUR 15.740,00 15.790,00
SGD 9.780,00 9.825,00
JPY 121,85 122,35
AUD 10.580,00 10.625,00
Update Tgl: 22-08-2017 pukul 08:14