Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah)

Selasa, 24 November 2015 14:34 WIB
Saatnya Menentukan Posisi
Oleh: Muhammad Assad
Pengusaha Vs Karyawan
Kinciakincia.com - Saat memutuskan ingin berwirausaha, apakah Anda sudah berpikir dan bertindak layaknya seorang pengusaha? Atau jangan-jangan hanya tampilan luar saja yang ingin terlihat sebagai seorang pengusaha tapi cara berpikir dan bertindak Anda masih seperti seorang karyawan?

Pertama, perlu dipahami terlebih dahulu, bahwa menjadi pengusaha atau karyawan itu sama baiknya. Ini adalah sebuah pilihan dan tidak ada yang lebih baik di antara keduanya, karena setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tentu tidak semua orang cocok menjadi pengusaha dan begitu juga tidak semua orang cocok menjadi karyawan.

Ada orang-orang yang senang dengan ketidakpastian, suka mencoba sesuatu hal yang baru dan bersemangat bertemu dengan orang-orang yang berbeda. Tipe seperti ini cocok menjadi pengusaha. Ada juga mereka yang senang dengan kepastian, melakukan pekerjaan sesuai aturan perusahaan dan lebih senang berada di belakang layar. Tipe seperti ini cocok menjadi karyawan.

Lalu mana yang lebih baik? Bagi saya pribadi dua-duanya baik, karena setiap orang bisa menjadi pengusaha sukses atau menjadi karyawan teladan.

Menjadi pengusaha itu tidak semudah seperti apa yang terlihat. Jangan pernah berpikir bahwa pengusaha itu hidupnya pasti enak terus. Salah besar! Seorang pengusaha harus mempunyai visi dan misi yang brilian, ide dan gagasan yang cemerlang, kemampuan manajemen yang baik, siap mengorbankan waktu bersama keluarga dan memiliki tanggung jawab yang besar terhadap para karyawan.

Anggapan bahwa pengusaha itu selalu hidup enak terjadi karena biasanya di seminar-seminar kewirausahaan, para pembicara sering menampilkan tokoh-tokoh pengusaha sukses yang bergaya hidup mewah dan bergelimangan harta. Namun apakah Anda tahu bagaimana awal mula mereka merintis bisnis? Apakah Anda tahu apa saja yang sudah mereka korbankan untuk mencapai kesuksesan itu?

Semua pencapaian yang telah diraih oleh para pengusaha sukses pastinya tidak mudah. Banyak orang hanya melihat dari apa yang telah diraih oleh para pengusaha tersebut: sukses, terkenal dan memiliki uang berlimpah. Tapi di belakang itu, sesungguhnya kerja keras, keringat dan air mata mewarnai perjalanan hidupnya.

 Media pun lebih tertarik menampilkan sosok-sosok inspiratif yang sudah sukses dan akhirnya masyarakat pun banyak yang menilai salah tentang hal tersebut. Seolah-olah menjadi pengusaha itu pasti berhasil, kaya raya dan hidup bergelimang harta. Nyatanya, tidak demikian adanya.

Saya merasakan betul bagaimana jatuh bangunnya membangun sebuah usaha. Saya harus melakukan penghematan di masa-masa awal, bahkan tidak jarang harus berkorban untuk karyawan dan kelangsungan usaha. Waktu awal saya mendirikan Rayyan Capital di tahun 2012, saya dan partner (Edwin Rahmat) tidak mendapatkan gaji selama setahun. Beberapa kali kami sampai harus memutar otak bagaimana tetap bisa membayar gaji karyawan meskipun tidak ada pemasukan sama sekali.

Baru di tahun kedua kami mulai mendapat keuntungan dari usaha yang dijalankan dan bisa menggaji diri sendiri. Itupun setelah para karyawan mendapatkan haknya. Kami menikmati masa-masa itu karena yakin bahwa ini adalah proses yang harus dilalui untuk mencapai kesuksesan. Saya bilang ke Edwyn waktu itu, “We are building our own empire. Keep working hard and be patient.”

Kami harus mengencangkan ikat pinggang di masa-masa awal dengan tujuan untuk mengembangkan bisnis menjadi lebih besar lagi. Kami tidak berpikir bahwa saat sudah mendapat passive income, itulah waktunya untuk berhura-hura menghabiskan uang. Karena target kami adalah mengubah passive income menjadi massive passive income! Baru setelah itu kami bisa dengan tenang menikmatinya.

Demikianlah adanya, bahwa perjuangan menuju kesuksesan itu tidak mudah dan penuh jalan terjal. Di balik 10 pengusaha sukses negeri ini, ada 100 pengusaha lain yang tidak pernah berhasil dalam menjalankan usahanya. Di belakang mereka, ada lagi 100 pengusaha yang belum mendapatkan modal untuk menjalankan usahanya. Di belakang mereka ada lagi 100 pengusaha lainnya dengan proposal bisnis yang belum selesai dan tertutup debu di laci. Dan di balik setiap dari mereka ada 100 orang yang bermimpi suatu hari dapat menjadi seorang pengusaha.

Hal-hal seperti inilah yang salah dipahami oleh kebanyakan mereka yang ingin terjun dan mulai berwirausaha. Para calon pengusaha merasa bahwa kesuksesan itu pasti sudah ada di depan mata dengan ilmu dan ketrampilan yang seadanya. Ini ibarat berlayar menuju samudra tanpa membawa bekal yang cukup. Nekat bin keblinger!

Menjadi seorang pengusaha itu harus selalu siap untuk mengelola risiko, kapanpun dan dimanapun. Dalam kondisi sesulit apapun, Anda harus mampu bertahan. Jangan sampai baru gagal sekali sudah menyerah, baru jatuh sekali sudah kapok. Karena itu, jangan pernah bermimpi menjadi seorang pengusaha sukses jika tidak siap dengan segala risikonya.

Siapkah Anda bekerja keras siang dan malam? Siapkah Anda mengorbankan waktu berkumpul bersama keluarga?

Siapkah Anda menghadapi resiko yang mungkin tidak pernah terpikir sebelumnya? Siapkah Anda untuk mengencangkan ikat pinggang dalam proses membangun kerajaan bisnis? Siapkah Anda meninggalkan comfort zone dan berjuang untuk mengejar mimpi?

Jika jawaban semuanya Ya, maka Anda sudah siap menjadi seorang pengusaha!

 *Muhammad Assad, adalah seorang pengusaha muda, pembicara internasional dan penulis buku-buku national bestseller. Assad lulus program S2 Islamic Finance dari Hamad bin Khalifa University, Qatar, dengan predikat summa cum-laude dan mendapat beasiswa penuh dari Emir Qatar, His Highness Sheikh Hamad bin Khalifa Al-Thani.

Saat ini Assad aktif di bidang kewirausahaan, menjadi CEO Rayyan Capital, perusahaan pengelola keuangan dan investasi global; dan Chairman NFQ Group yang fokus membuat program-program inspiratif dan edukatif di bidang kepemudaan. Pada tahun 2012 Assad mendapat penghargaan “The Most 100 Promising Indonesian Young Entrepreneur” versi Majalah SWA.

Assad juga seorang penulis best seller. Sejak tahun 2011 telah mengeluarkan 6 buku: Notes From Qatar 1, Notes From Qatar 2, Notes From Qatar 3, Sedekah Super Stories, Good Morning Qatar, dan 99 Hijab Stories.




Kirim ke Teman jumlah akses: 898 kali Model Cetak  Jadikan PDF

Berita Terkait

Selasa, 17 November 2015

Mencari Kerja Setelah Lulus Kuliah..? ini Tipsnya

Salah satu impian dari mahasiswa adalah bisa lulus kuliah dan wisuda secepatnya. Namun setelah menyandang gelar sarjana, timbul masalah baru yang kerap muncul, yaitu pengagguran..! Ideologi dan kreatifitas semasa kuliah seakan terhenti, mencoba peruntungan dengan menyodorkan ijazah ke beberapa perusahann atau ikut tes-tes perekrutan PNS. Sementara pertumbuhan perusahaan dan kebutuhan tenaga kerja .....
Senin, 24 November 2014

Strategi Marketing di Era Teknologi Gadget

Data menunjukkan hampir separuh ponsel yang terjual di Indonesia tahun ini adalah smartphone. Maklum, menurut catatan MarkPlus, sekitar seperempat gadget ini bisa dibeli dengan cicilan. Harga beli pun sudah murah dengan banyaknya merek lokal dan Tiongkok bermunculan. Catatan kami juga menunjukkan ada 20 persen pengguna smartphone yang punya 2 unit.Yang lebih heboh, ada sekitar 170 pengguna jas.....
Jumat, 31 Oktober 2014

Solusi Kecantikan Alami

Tri Phasic White System Apa krim pemutih adalah solusi tepat untuk menghilangkan flek?Mau tahu bagaimana proses flek terjadi hingga muncul ke permukaan kulit?Di bawah lapisan kulit terdapat sel pembentuk melanin yang tugasnya memproduksi melanin atau umumnya disebut sebagai flek. Sel-sel pembentuk warna tersebut akan aktif jika kulit kita dalam kondisi stress, terpapar sina.....
Rabu, 02 April 2014

Cara Mudah Memantau Siklus Menstruasi

Metode yang paling mudah untuk memantau menstruasi, adalah dengan cara mencatat secara tepat kejadian yang berhubungan dengan menstruasi Anda pada kalendar. Catatan ini, bisa menjadi sumber data tentang kesehatan reproduksi. Sangat penting bagi kita, perempuan untuk mengetahui kapan hari pertama menstruasi terakhir yang kita alami. Sehingga jika sesuatu yang tidak wajar terjadi dan kita perlu berk.....
Rabu, 02 April 2014

Jurus Laurier Membalut Pasar Wanita

Muncul belakangan, tapi mampu melesat dan memimpin pasar pembalut wanita. Bagaimana strategi pintarnya?Tidak usah cemas jika terlambat memenetrasi pasar. Kalau Anda cerdik, siapa tahu bisa seperti Laurier yang meskipun datang belakangan, berhasil melampaui pendahulunya dan bahkan kini menguasai pasar pembalut wanita (sanitary napkins).Laurier baru diluncurkan tahun 1989. Ketika itu, di pas.....

Kirim Informasi Untuk Teman



 


Pasang Iklan Anda
  Jual Beli
1 gr 646.000 563.000
2 gr 1.232.000 1.126.000
2,5 gr 1.520.000 1.407.500
3 gr 1.808.000 1.689.000
4 gr 2.384.000 2.252.000
5 gr 3.005.000 2.815.000
Update Tgl: 00-00-0000 pukul 00:00
Mata Uang Beli Jual
USD 13.505,00 13.525,00
EUR 15.935,00 15.970,00
SGD 9.935,00 9.975,00
JPY 119,50 119,85
AUD 10.610,00 10.645,00
Update Tgl: 19-10-2017 pukul 08:49